Wajak Bakal Jadi Kawasan Minapolitan
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Malang merencanakan Kecamatan Wajak sebagai kawasan Minapolitan. Yakni kawasan yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang budi daya ikan air tawar khususnya ikan Nila.
Tidak hanya itu saja, Minapolitan juga akan mencakup pengembangbiakan, budi daya pemasaran, distribusi, perbankan dan semua kelengkapan bisnis perikanan air tawar.
Pihak DKP bakal memaparkan program itu bulan Februari mendatang bersama Direktur Prasarana Budidaya, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Dipilihnya Kecamatan Wajak tak lepas dari komoditi ikan Nila yang membumi disana.

Salah satu pedagang ikan nila di sekitar Bendungan Sengguruh Kepanjen. Direncanakan Kecamatan Wajak bakal di sulap menjadi sentra Minapolitan khusus ikan air tawar. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)
Kepala DKP Pemkab Malang Ir. Endang Retnowati mengatakan program Minapolitan Wajak bakal bersanding dengan Agropolitan Poncokusumo. Kawasan Minapolitan ditargetkan mampu mengembangkan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Malang. Minapolitan merupakan program dari Pemerintah Pusat demi meningkatkan sektor perikanan air tawar di Indonesia.
“Selama ini ikan air tawar kita belum bisa diekspor, oleh sebab itu Pemerintah Pusat merancang kawasan Minapolitan,” ujar Endang Retnowati ditemui di Kantor Sekretariat Daerah, kemarin.
Menurut Atik sapaan akrabnya, kawasan Minapolitan akan diarahkan sebagai sentral pengembangan budidaya ikan air tawar. Meliputi sentral Perbankan di bidang budidaya ikan air tawar, sentral petani pembudidaya ikan nila serta pasar ikan Nila. Atik optimis Kecamatan Wajak mampu berkembang sebagai minapolitan.
“Kecamatan Wajak memiliki persediaan air tawar serta petani pembudidaya ikan Nila yang cukup banyak,” kata Atik.
Wanita berkacamata itu menambahkan, prospek pembudidayaan ikan Nila cukup besar di Wajak cukup besar. Saat ini dua desa di Wajak yakni Beringin dan Sukoanyar telah menjadi sentra ikan Nila. Hanya saja, budidaya masih terbatas pada pasar berskala rumah tangga.
“Rencananya kita bakal memasukkan ikan Nila segar ke Valor Co. Ltd yang akan membuka Supermarket di Kecamatan Dau,” terang Atik.
Minapolitan Wajak diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal. Sejauh ini, Ikan Nila ukuran konsumsi (umur 4 – 5 bulan) dihargai Rp 12 Ribu – Rp 15 Ribu per kilogram. Keberadaan Valor Co. Ltd digadang-gadang bisa menembus jalur ekspor ikan Nila segar ke Jepang.(ary/eno)
(Ary Wicaksono/malangpost)
- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- Potensi Wisata Pemandian Sumberringin di Tumpang
- 300 Penambang Tak Berijin
- Diusir Pemilik Lahan Sekolahan, 195 siswa SDN Sumberkerto 1 telantar
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah
- Aspal Runway 17 Bolong, Jadwal Penerbangan Terganggu
- Penderita Tipes dan Influenza di Kabupaten Malang Meningkat

















Leave your response!