Home » Kota Batu, Pariwisata, Sorotan

Tornado Jatim Park Macet Karena Komputer Hang

27 Januari 2009 No Comment

Akhir long weekend di Jatim Park kemarin siang, nyaris jadi petaka. Gara-gara tegangan listrik naik turun, Tornado, permainan uji nyali di Jatim Park mendadak macet setelah sempat berputar beberapa detik.

30 penumpangnya langsung panik. Mereka ketakutan lantaran putarannya berhenti di posisi kemiringan 90 derajat, yang membuat mereka menjadi tergantung di angkasa dengan ketinggian sekitar tujuh meter dari atas tanah.

Penumpang harus menunggu sampai 1,5 jam sebelum bisa dievakuasi (vandri/malangpost)

Penumpang harus menunggu sampai 1,5 jam sebelum bisa dievakuasi (vandri/malangpost)

Untung safety belt yang mengikat penumpang di tempat duduk, cukup kokoh, sehingga mereka tidak sampai terjatuh. Tapi penumpang harus menunggu sampai 1,5 jam sebelum bisa dievakuasi.
Peristiwa yang membuat penumpangnya shock itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Ketika 30 penumpangnya sudah mengenakan safety belt, operator langsung mengendalikan pergerakan Tornado melalui komputer.

Belum sampai satu menit bergerak kencang, komputer pengendali hang. Tornado pun langsung berhenti dengan kemiringan 90 derajat. Spontan, para penikmat wahana wisata menantang itu berteriak ketakutan.

Dalam situasi panik, ternyata proses evakuasi tidak langsung membuahkan hasil. Mereka harus menunggu teknisi membuka safety belt yang terkunci secara otomatis. Apalagi safety belt itu mengikat tubuh penumpangnya dalam tiga bagian. Kaki, perut dan dada. Safety belt wahana yang didatangkan dari Italia itu, baru bisa dibuka setelah dipompa dengan kompresor.

Sambil menunggu evakuasi, petugas berusaha menenangkan. Diantaranya membagikan payung agar terlindung dari terik matahari. Selain itu, juga dibagikan makanan.

‘’Saya takut. Takut sekali. Baru sekali ini mengalami kejadian seperti ini,’’ kata Dita, seorang dari 30 penumpang Tornado sambil keluar dari arena Tornado. Saat dievakuasi, wajah pengunjung Jatim Park asal Blitar ini terlihat sangat pucat.

Yulia Arindra, penumpang Tornado lainnya juga tak bisa menyembunyikan ketakutannya. ‘’Baru bergerak langsung macet. Lalu tidak bisa bergerak lagi. Lebih satu jam menunggu dievakuasi,’’ kata wanita asal Surabaya ini.

Proses evakuasi memang lama karena sistem permainan canggih itu serba otomatis. Untuk membuka safety belt saja, kata Bambang Priana, manajer Dufan Jatim Park, harus datangkan kompresor untuk menyalurkan angin ke solenoide. ‘’Dari solenoide, akan muncul tekanan angin untuk membuka kunci safety belt,’’ jelasnya.

Soal penyebab kejadian, Slamet Budi Wahono, Asisten GM Jatim Park langsung memberi penjelasan resmi. ‘’Peristiwa ini disebabkan arus listrik PLN naik turun sehingga menyebabkan komputer hang saat permainan baru berlangsung,’’ jelasnya.

Begitu sistem komputer macet, lanjut Slamet, praktis pergerakan Tornado berhenti. Namun disaat berhenti, sistem pengamannya termasuk safety belt terkunci secara otomatis.

Lebih lanjut dia menegaskan, baru sekali ini terjadi kemacetan pada permainan Tornado. Kejadian itu pun tak pernah diduga sebelumnya. ‘’Sebelumnya baik, tidak ada gangguan. Pengecekan selalu dilakukan. Setiap saat selalu di chek,’’ jelasnya.

Menariknya, walaupun terjadi kepanikan karena kemacetan Tornado, ternyata ribuan pengunjung Jatim Park lainnya tidak terganggu. Bahkan kemarin, terkesan tidak ada peristiwa menegangkan. Ini karena banyaknya pengunjung yang menikmati berbagai wahana wisata di Jatim Park. (van/avi) (vandri/malangpost)

Keywords: ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar