Home » Kota Malang, Pendidikan, Utama

SMK di Malang Dijadikan Lokasi Perakitan Mobil, Motor, dan Laptop

27 Januari 2009 One Comment

Sejumlah SMK di Kota Malang bakal dijadikan lokasi perakitan sepeda motor, mobil dan laptop. Perakitan itu tak hanya untuk kepentingan pembelajaran. Lebih dari itu, hasil rakitan siswa juga untuk memenuhi permintaan pasar.

“Kami akan jadikan SMK sebagai lokasi assembling produk-produk otomotif dan elektronik. Kalau di Kota Malang berhasil, akan kami kembangkan untuk skala nasional,” kata Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Dr Joko Sutrisno, kemarin.

Menurutnya, Depdiknas telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pabrikan sepeda motor Kanzen. Sepeda motor hasil rakitan siswa SMK bakal dinamai Esemka Kanzen. Harga jualnya sekitar Rp 7 juta on the road.

Joko Sutrisno dan Bpk Joko Trisanyoto bersama para Kepala SMK Institusi T-TEP (Toyota Technical Education Program) baru (dok.Toyota.co.id)

Joko Sutrisno dan Bpk Joko Trisanyoto bersama para Kepala SMK Institusi T-TEP (Toyota Technical Education Program) baru (dok.Toyota.co.id)

Untuk mobil, lanjut Joko, juga dengan pabrikan nasional. Bentuk mobilnya SUV (sport utility vehicle) dengan harga jual sekitar Rp 80 juta. Dan untuk laptop, kerjasama dengan NEC dengan spesifikasi Intel Core 2 Duo seharga Rp 5 juta. “Sekolah tak hanya latihan. Tetapi, merangkai dan menjualnya ke pasar,” kata Joko.

Saat ini, kata Joko, perakitan sepeda motor dan laptop telah dimulai. Antara lain, bisa dilihat di SMK 10 untuk otomotif, SMKN 9, SMKN 4 dan SMKN 5 untuk komputer jinjing. Mobil rencananya juga akan di garap di SMKN 10. “Untuk teknisnya, tergantung dari kebijakan diknas,” kata Joko.

Keuntungan bagi siswa, kata Joko, bukan berupa uang. Melainkan berupa pengalaman, suasana kerja profesional dan kenal dengan teknologi terkini. Mereka tak lagi praktik bongkar-bongkar mobil tua yang itu-itu saja. melainkan bisa membongkar mesin atau barang elektronik yang menggunakan teknologi modern. “Untuk keuntungan uang, diserahkan kepada sekolah,” kata Joko.

Jumlah SMK se-Indonesia, ada 7.200 sekolah. Apabila semua siswa digerakkan untuk assembling produk kendaraan, maka akan tercipta sebuah kendaraan nasional. Sekolah pun bisa mendapatkan keuntungan dengan berjualan produk-produk murah bagi masyarakat. “Produsen yang kami pilih untuk kerja sama adalah produsen dalam negeri. Sehingga kita bisa punya produk sendiri,” tandas Joko. (yos/lia/radarmalang)

Keywords: , , , ,

1 Komentar »

  1. [...] http://malangraya.web.id [...]

    Ping balik oleh she makes me sad » Blog Archive » SMK di Malang Dijadikan Lokasi Perakitan Mobil, Motor, dan Laptop — 29 Januari 2010 @ 18:11

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar