Home » Kabupaten Malang

Ditangkap, Penganiaya Istri Menangis

20 Januari 2009 No Comment

Khoirul Efendi, 28 tahun, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Sabtu lalu mulai meringkuk di rutan Mapolsek setempat. Tersangka ditahan atas tuduhan menganiaya istri sirinya, Nur Farida, 23 tahun warga Desa Sepanjang, Gondanglegi.

Dari kejadian itu polisi juga mengamankan barang bukti helm yang digunakan memukul korban. “Tersangka kami tangkap selang empat hari setelah korban mengadu,” ungkap Kapolsek Gondanglegi, AKP Sahraku.

Khoirul Efendi. (agp/mp)

Khoirul Efendi. (agp/mp)

Diperoleh keterangan, hubungan antara Khoirul dengan Nur selama ini merupakan suami istri hasil pernikahan siri. Keduanya nikah sejak dua tahun lalu, dan dikaruniai satu anak. Awal pernikahan sebenarnya tidak ada masalah. Namun, menginjak kelahiran anak semata wayangnya, hubungan rumahtangga mulai guncang. Tetapi itu tidak sampai berlarut panjang, lantaran keduanya kembali rukun.

Baru sekitar lima bulan lalu, hubungan keduanya kembali retak. Bahkan, menurut pengakuan Khoirul, hubungan keluarga antara kedua orangtua mereka pun juga sudah pecah. “Karena sudah tidak pernah kumpul, maka untuk bertemu pun kami harus sembunyi-sembunyi,” ujar Khoirul.

Keretakan kian keruh, lantaran antara Khoirul dan Nur sama-sama pecemburu. Khoirul menduga kalau istrinya punya lelaki simpanan. Begitu juga dengan istrinya, yang juga menuduh Khoirul mempunyai wanita simpanan.

Karena tidak ingin terus-terusan bertengkar dan ingin membangun kembali rumah tangganya, Rabu (14/1) Khoirul mengajak istrinya janjian bertemu di sebuah counter HP di Desa Putat Kidul, Gondanglegi. Keduanya pun saling membuka isi hatinya, namun Khoirul tiba-tiba tersinggung dengan perkataan istri yang mengaitkan orangtuanya.

Merasa tidak terima itulah, Khoirul juga menampar istrinya berulang kali, dan memukulnya dengan helm. Akibatnya, Nur tidak terima dengan pukulan itu, sehingga lapor polisi dan Khoirul pun ditangkap.
“Saya melakukannya itu karena khilaf. Dan tolong sampaikan permintaan maaf pada istri saya. Sebenarnya saya ingin hidup rukun lagi, bersama istri dan anak saya itu,” keluh Khoirul sembari mengusap air matanya.(agp/lyo)
(agung priyo/malangpost)

Keywords: , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.