Ditangkap, Penganiaya Istri Menangis
Khoirul Efendi, 28 tahun, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Sabtu lalu mulai meringkuk di rutan Mapolsek setempat. Tersangka ditahan atas tuduhan menganiaya istri sirinya, Nur Farida, 23 tahun warga Desa Sepanjang, Gondanglegi.
Dari kejadian itu polisi juga mengamankan barang bukti helm yang digunakan memukul korban. “Tersangka kami tangkap selang empat hari setelah korban mengadu,” ungkap Kapolsek Gondanglegi, AKP Sahraku.

Khoirul Efendi. (agp/mp)
Diperoleh keterangan, hubungan antara Khoirul dengan Nur selama ini merupakan suami istri hasil pernikahan siri. Keduanya nikah sejak dua tahun lalu, dan dikaruniai satu anak. Awal pernikahan sebenarnya tidak ada masalah. Namun, menginjak kelahiran anak semata wayangnya, hubungan rumahtangga mulai guncang. Tetapi itu tidak sampai berlarut panjang, lantaran keduanya kembali rukun.
Baru sekitar lima bulan lalu, hubungan keduanya kembali retak. Bahkan, menurut pengakuan Khoirul, hubungan keluarga antara kedua orangtua mereka pun juga sudah pecah. “Karena sudah tidak pernah kumpul, maka untuk bertemu pun kami harus sembunyi-sembunyi,” ujar Khoirul.
Keretakan kian keruh, lantaran antara Khoirul dan Nur sama-sama pecemburu. Khoirul menduga kalau istrinya punya lelaki simpanan. Begitu juga dengan istrinya, yang juga menuduh Khoirul mempunyai wanita simpanan.
Karena tidak ingin terus-terusan bertengkar dan ingin membangun kembali rumah tangganya, Rabu (14/1) Khoirul mengajak istrinya janjian bertemu di sebuah counter HP di Desa Putat Kidul, Gondanglegi. Keduanya pun saling membuka isi hatinya, namun Khoirul tiba-tiba tersinggung dengan perkataan istri yang mengaitkan orangtuanya.
Merasa tidak terima itulah, Khoirul juga menampar istrinya berulang kali, dan memukulnya dengan helm. Akibatnya, Nur tidak terima dengan pukulan itu, sehingga lapor polisi dan Khoirul pun ditangkap.
“Saya melakukannya itu karena khilaf. Dan tolong sampaikan permintaan maaf pada istri saya. Sebenarnya saya ingin hidup rukun lagi, bersama istri dan anak saya itu,” keluh Khoirul sembari mengusap air matanya.(agp/lyo)
(agung priyo/malangpost)
- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- Potensi Wisata Pemandian Sumberringin di Tumpang
- 300 Penambang Tak Berijin
- Diusir Pemilik Lahan Sekolahan, 195 siswa SDN Sumberkerto 1 telantar
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah
- Aspal Runway 17 Bolong, Jadwal Penerbangan Terganggu
- Penderita Tipes dan Influenza di Kabupaten Malang Meningkat

















Leave your response!