Kalau Anak Gedongan Belajar Tanam Padi
Musim tanam di persawahan milik resto Taman Indie tahun ini tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya bukan hanya para petani saja yang sibuk menanam bibit padi, tetapi juga anak-anak usia TK dan SD. Kehadiran anak-anak TK dan SD meramaikan musim tanam 2009 ini merupakan program edukasi alam yang digelar oleh Taman Indie.
Manajer Resto Taman Indie, Nanang Wintoro mengatakan, dalam kegiatan ini anak-anak sengaja diajak turun tangan langsung dalam proses penanaman padi. Dengan melihat bagaimana beratnya menanam padi, diharapkan anak-anak ini nantinya lebih menghargai para petani, termasuk juga hasil jernih payah mereka.

Siswa TK dan SD dan beragam sekolah kemarin ikut menanam padi di Taman Indie. Mereka belajar langsung bagaimana beratnya menanam padi. (NURDIANSAH/MALANG POST)
“Awalnya Taman Indie hanya menggelar kegiatan panen raya saja. Tetapi seiring berjalannya waktu, banyak permintaan dari para pelanggan agar Taman Indie menggelar kegiatan menanam juga. Kami pun dengan senang hati mewujudkan permintaan ini mengingat manfaatnya sangat besar, terutama bagi anak-anak agar mereka menghargai petani dan nasi,” ungkap Nanang pada Malang Post, kemarin pagi.
Program yang diikuti 90 anak dari berbagai sekolah ini ternyata mendapat antusias tinggi dari para peserta. Antusias tinggi ini terlihat dari keriuhan para peserta yang tak sabar menanti untuk langsung nyebur ke dalam sawah. Padahal sebelum masuk ke dalam sawah, mereka harus mendapat pengarahan yang berisi teori menanam padi terlebih dahulu agar pada saat menanam tidak melakukan kesalahan.
Setelah mendapatkan berbagai teori dari pak tani, para peserta langsung dipersilahkan untuk mempraktikkannya. Tingkah pola anak-anak TK dan SD saat menanam padi ini mengundang gelak tawa para orang tua yang ikut mendampingi mereka.
Meski telah diberi pengarahan dan contoh menanam, tetapi pada saat melakukan sendiri banyak peserta yang melakukan kesalahan. Misalnya saja cara menanam. Seharusnya saat menanam, mereka melakukannya dari depan ke belakang atau berjalan mundur, tetapi ternyata para peserta menanam dengan cara berjalan maju. Akibatnya, hasil yang mereka tanam banyak yang rusak karena terinjak kaki mereka sendiri.
“Adek nanamnya jangan gitu, Keliru. Harusnya mundur, biar nggak ngerusak bibit yang sudah ditanam. Ayo cepat berbalik,” seru ibu salah seorang peserta memberikan pengarahan agar hasil tanam buah hatinya tidak rusak.
Saking semangatnya menanam padi, pakaian para peserta banyak yang kotor karena belepotan lumpur sawah. Bahkan ada juga peserta yang nyemplung ke Lumpur karena permukaannya yang licin. Melihat kelakukan buah hatinya ini, para orang tua hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Namun mereka tidak marah, sebab bagaimanapun juga, ini merupakan bagian pembelajaran bagi anaknya.
Selain mempraktekkan menanam padi, dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diajari untuk membajak sawah dengan menggunakan peralatan tradisional, yakni tenaga kerbau. Dalam peragaan itu, si kerbau sepertinya kaget karena melihat banyak keriuhan di sawah yang biasanya tenang. Akibatnya kerbau yang berjumlah empat ekor ini menjadi giras. Beruntung ada beberapa peserta yang sempat mempraktekkan membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau.
Hasil dari jernih payah anak-anak ini nantinya bisa dipanen sekitar 150 hari ke depan. Mereka dapat memanen apa yang telah mereka tanam dalam gelaran panen raya. Seperti program panen raya yang terlebih dahulu digelar oleh Taman Indie, kegiatan menanam padi ini rencananya juga akan berlangsung setiap tahun di tempat yang sama.(nda/lim) (Adinda Zaeni/malangpost)
Keywords: Araya, pertanian- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- NUN Jadi Syarat Masuk PTN, Unas Makin Ketat
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi

















Leave your response!