Home » Kabupaten Malang

Bercengkrama dengan Tawon Madu di Wisata Agrowisata Tawon

29 Desember 2008 No Comment

Sebagai kota wisata, Malang tentu punya banyak pilihan berlibur. Tak hanya untuk senang-senang, tapi juga untuk sarana edukasi dan meningkatkan kecintaan pada lingkungan. Untuk menikmatinya juga tak melulu harus bayar. Yang gratis pun ada. Salah satunya di lokasi Agrowisata Tawon, Lawang, yang menyajikan sensasi wisata yang sangat berbeda.

Ada objek agrowisata yang belum seberapa popular di Malang. Namanya, agrowisata tawon di Jl Dr Wahidin, Lawang. Sesuai dengan namanya, wisata ini menawarkan kelebihan plus-plus dari sosok serangga lebah atau tawon.

Pantas disebut plus-plus karena pengunjung akan disediakan berbagai manfaat dari serangga penyengat ini. Karena selain bisa menikmati sajian alam perbukitan seluas 2,5 hektare dengan aneka tanaman tropisnya yang menjadi habitat para lebah berkembang, pengunjung pun bisa menikmati semua kelebihan dari serangga berbisa ini.

Bukan hanya dari badan serta berbagai produk olahannya saja, namun sengatannya pun bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif terapi sengat lebah. Di beberapa daerah di Indonesia, terapi ini sudah cukup popular.

Hasil olahan tawon pun bisa dimanfaatkan sebagai produk makanan yang tidak kalah lezatnya. Sebut saja botok tawon (pepes tawon) dan osek (sejenis masakan kare). Dua masakan ini berbahan dasar larva lebah dan lebah muda.

Selain itu, manfaat obat-obatan yang dihasilkan dari produk hasil kerja para pasukan tawon. Misalnya madu (makanan pokok lebah), bee pollen (serbuk sari bunga jantan yang menempel di kaki lebah), dan royal jelly (air liur lebah yang menjadi makanan ratu). Selain itu juga ada propolis (getah tanaman yang diisap lebah), lilin lebah (hasil pembakaran dari sarang lebah), dan terakhir larva (cikal bakal lebah).

Konsep wisata yang masih dalam penyempurnaan ini sudah beroperasi sejak tahun 1970 silam. Antara lokasi peternakan, showroom aneka produk hasil olahan tawon, dan rumah makan yang berada di tempat terpisah. Untuk peternakan berada di sebelah barat ruas jalan poros Malang-Surabaya. Tepatnya, ada di pertigaan jalan ke arah barat menuju pabrik pemintalan benang PT Patal, Lawang. Sedang showroom berada di sebelah timur lokasi peternakan. Sementara untuk rumah makan yang secara menyediakan menu khusus tawon, berada di sebelah timur jalan poros Malang-Surabaya, berhadapan dengan showroom.

Untuk menuju wisata ini pengunjung tidak terlalu kesulitan. Jika naik kendaraan pribadi dari arah Surabaya, jarak dari Pasar Lawang hanya sekitar 7 kilometer. Sedang jika dari Terminal Arjosari-Kota Malang, jaraknya sekitar 17 kilometer.

Untuk sekadar berjalan dan melihat-lihat lokasi peternakan, pengelola tidak menarik karcis masuk alias gratis. Areal parkir luas. Hanya saja jalan untuk menuju lokasi peternakan agak sempit dan masih makadam. Untuk mobil jenis sedan dan station masih bisa masuk, namun jika bus sulit dan harus parkir di luar area peternakan.

Begitu masuk di area peternakan, kita bisa melihat puluhan koloni yang dijajar rapi di tepi jalan. Biasanya, di area ini terdapat sebanyak 1.200 koloni tawon. Satu koloni dipimpin oleh satu ratu tawon yang memiliki 8 sarang dengan jumlah tawon sebanyak kurang lebih 15 ribu ekor. Koloni-koloni itu terbuat dari kotak kayu. Ukurannya sebesar kotak surat.

Di sekitar hutan buatan itu, kurang lebih 20 persennya, pengelola memanfaatkan untuk kawasan pendidikan. Bangunan dua lantai berukuran sekitar 8 x 20 meter ini, dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan rumah tawon yang tidak terpakai di lantai I. Sedang di lantai II didesain ruang terbuka tanpa dinding sebagai ruang penyuluhan.

Di sekitar bangunan utama itu, ada sekitar empat bangunan berukuran sedang yang dimodel seperti gazebo. Di antara gazebo-gazebo itu, pada dindingnya terdapat beragam poster yang memberikan penjelasan seputar jenis lebah dan perkembang biakannya. Ke depan, di sebelah timur jalan pintu masuk ini ada cikal bakal bangunan yang sedianya untuk gedung riset tawon. Gedung ini didirikan sebagai pelengkap keberadaan agrowisata tawon.

Meski memiliki tawon dalam jumlah banyak, namun tidak semuanya ditempatkan di peternakan ini. Para tawon banyak dibawa ke sejumlah tempat yang sedang musim bunga. D iantaranya, ke Subang, Jawa Barat, untuk memanfaatkan musim buah rambutan, Jepara-Jateng untuk memanfaatkan bunga randu, dan Jember untuk kopi dan karet.

Meski berkunjung ke ‘markas’ lebah, pengunjung tidak perlu khawatir bakal disengat lebah sepanjang tidak menggangunya. Seorang pawang tawon yang disiagakan di lokasi peternakan, siap memandu pengunjung. Jika Anda tertarik untuk blusukan ke hutan yang menjadi lokasi peternakan tawon, ada baiknya menyiapkan lotion anti nyamuk. Karena ketika musim hujan seperti ini, lokasi peternakan banyak nyamuknya. Untuk mengusir nyamuk-nyamuk itu, pengelola sengaja membuat pengasapan. (mas/radarmalang)

Keywords: , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.