Home » Kabupaten Malang

Galakkan Lumbung Desa Modern dan Go Organik

10 Desember 2008 No Comment

Kitab paling penting dalam pembangunan Kabupaten Malang tahun 2006 – 2010 adalah RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. RPJMD Kabupaten Malang berisi penjelasan agenda, strategi, indikator dan target dari pembangunan perekonomian dan infrastruktur. Fokus pembangunan Pemkab Malang dalam lima tahun itu yakni pengembangan sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Malang, Ir. Purwanto MM mengatakan pihaknya bakal mewujudkan Kabupaten Malang sebagai sentra organik di Jawa Timur. Harapannya, komiditi Padi dan sayuran organik hasil panenan masyarakat bisa dipasarkan lewat sistem lumbung desa modern. Menurut Purwanto pihaknya telah mengembangkan pertanian organik seluas 15.500 hektare atau 25 persen dari 62 ribu hektare luas seluruh lahan pertanian.

Dia menambahkan, butuh waktu minimal lima tahun agar sebagian besar dari lahan 62 ribu hektare di 33 kecamatan itu berubah menjadi lahan pertanian organik. Grand Design tersebut bakal terealiasi pada tahun 2010 mendatang, saat Kabupaten Malang Go Organik. Cotoh lahan organik antara lain di Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, padi organik di kecamatan Gedangan, Ampelgading, Tumpang.

Termasuk pula sentra padi organik yang eksis sejak puluhan tahun lalu, yaituk Desa Peniwen Kecamatan Kromengan. Potensi lahan di Peniwen sekitar 235 hektare atau lebih kecil dari potensi di Kecamatan Tumpang sekitar 300 hektare. Kata Purwanto supaya kesuburan tanah terjaga maka petani harus beralih ke organik supaya hasil panennya meningkat.

Menurut Purwanto sesuai RPJMD dikatakan bahwa peningkatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur fokus terhadap pembangunan pertanian. Yaitu mencakup sub sektor tanaman bahan makanan, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan. Sektor pertanian leih difokuskan kepada strategi revitalisasi pertanian.

Dalam era otonomi daerah, pemerintah Kabupaten Malang berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai bidang pembangunan dan salah satunya melalui peningkatan ketahanan pangan daerah untuk menunjang ketahanan pangan nasional. Bidang Pertanian selama ini mempunyai peran yang cukup strategis dalam perekonomian dan mempunyai multiplier effect yang besar, karena di sektor ini sekitar 50,46% masyarakat Kabupaten Malang menggantungkan hidupnya.

“Mata rantai yang timbul dari sektor pertanian sangat besar sehingga dampak yang ditimbulkan dari sektor pertanian sangat luas. Sektor lain harus digerakkan dengan pengembangan sistem agribisnis termasuk agroindustri yang tahan terhadap goncangan ekonomi,” urai Purwanto.

Purwanto menambahkan, pertanian merupakan sektor yang paling tahan terhadap badai krisis dan sebagai penopang agar krisis ekonomi tidak berlanjut. Hanya saja pembangunan di bidang pertanian menghadapi masalah semakin terbatas dan menurunnya daya dukung lahan dan kelangkaan sumber daya alam pertanian. Padahal, saat itu terjadi kecenderungan peningkatan kuantitas dan kualitas kebutuhan pangan.

“Saat itulah pengembangan agibisnis cukup berpotensi dalam menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Purwanto menegaskan saat ini petani masih terlibat pada permasalahan klasik menjelang musim tanam yaitu kelangkaan pupuk. Disamping itu petani juga didera harga rendah pada saat panen raya. Permasalahan ketahanan pangan meliputi: nilai tukar Petani (NTP) masih rendah berarti pendapatan dan kesejahteraan petani masih rendah, menyebabkan rendahnya kemampuan ketahanan pangan keluarga.(bagus ary wicaksono/adv/eno) (Ary wicaksono/malangpost)

Keywords: , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.