Home » Jatim, Kabupaten Malang

Sakit Jantung, Pembunuh Nomor Satu

7 Desember 2008 One Comment

Pengurus Yayasan Jantung Sehat Indonesia Pusat Masino tengah mensurvei Badan Pelaksana Organisasi Klub Jantung Sehat se Malang Raya di ruang Singosari Pemkab Malang, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Pengurus Yayasan Jantung Sehat Indonesia Pusat Masino tengah mensurvei Badan Pelaksana Organisasi Klub Jantung Sehat se Malang Raya di ruang Singosari Pemkab Malang, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)


Penyakit jantung masih menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian di Provinsi Jawa Timur. Ahli jantung dari Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, Prof Dr dr Janggan Sargowo SpPD SpJP(K), memastikan bahwa 7,6 persen penduduk Malang Raya mengidap penyakit jantung. Malah dari 7,6 persen tersebut, sekitar 46 persen diantaranya, diketahui mengidap penyakit jantung koroner.

Sebagai mesin pembunuh nomor satu, kata Janggan biaya penyembuhan penyakit jantung amat mahal. Untuk mengganti katup jantung, penderita harus merogoh kocek mulai Rp 50 Juta hingga Rp 75 Juta. Sementara biaya menutup lubang katup bisa menghabiskan sekitar Rp 15 Juta hingga Rp 25 Juta.

“Pasang spen butuh biaya sebesar Rp 31 Juta sampai dengan Rp 65 Juta, pasang spen ini juga berlaku bagi penderita penyempitan pembuluh jantung,” urai Janggan melalui ponsel milik Sekretaris Klub Jantung Sehat Malang Raya Mujiono Adi (54 tahun) kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Klub Jantung Sehat (KJS) Malang Raya Mujiono Adi kepada Malang Post mengatakan bahwa penderita penyakit jantung bisa mendapatkan pengobatan secara gratis. Hal itu berlaku bagi penderita yang masuk kategori masyarakat miskin. Hingga saat ini, KJS Malang Raya telah mengirim 10 orang untuk mengoperasi jantung di Jakarta.

“Dari sepuluh orang itu hanya satu yang meninggal yakni Hendri S (10 tahun) warga Kota Batu. Operasi gagal karena jantungnya tidak berkembang sejak kecil,” urainya di ruang Singosari Pemkab Malang, kemarin.

Muji sapaan akrabnya menambahkan, diluar 10 pasien tersebut, sekitar 6 penderita telah masuk daftar tunggu operasi jantung di Jakarta. Sampai sejauh ini, operasi jantung gratis itu baru bisa nmencover 5 persen dari total pengidap penyakit itu. “Kunci sehat jantung yakni panca usaha jantung, sehat (seimbang gizi), enyahkan rokok, hindari stress, awasi tekanan darah dam teratur olahraga,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Badan Pelaksana KJS Provinsi Jawa Timur Murjoko menyatakan penyakit jantung masih menjadi mesin pembunuh nomor satu. Pencegahan terhadap dampak buruk penyekit itu bisa dilakukan dengan masuk klub jantung sehat. Masalahnya, dari 33 Kota/Kabupaten di Jawa Timur, baru Malang Raya yang mempunyai klub JS, beranggota sekitar 3565 orang.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Keywords: , ,

1 Komentar »

  1. Dua penyebab penyakit jantung adalah obesitas dan rokok. Pendidikan untuk mengatasi dan mengurangi kedua hal tersebut adalah melalui jalur pendidikan.

    Komentar oleh Johanis Rampisela — 1 Desember 2009 @ 16:33

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar