Home » Archive

Arsip selama 4 Desember 2008

Indonesia »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Kemarahan warga korban lumpur Lapindo tampaknya sudah mencapai puncak. Berbagai upaya mereka tidak mempan, karena itu mereka mengancam menduduki Bandara Juanda, Surabaya dan menutup jalur Porong.
“Rencananya akan kita gerakkan ke Bandara Juanda dan penutupan jalur Porong. Massa kita dari empat desa berjumlah ribuan,” ujar Sumitro, salah seorang koordinator warga korban Lapindo yang menduduki Kedubes Kerajaan Belanda di JL HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (3/12) kemarin.
Menurut Sumitro, hal itu mereka lakukan untuk mendesak pemerintah agar bersungguh-sungguh menangani persoalan korban lumpur Lapindo.

Kota Malang »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Penahanan Mantan Sekdakab Malang Achmad Santoso cukup membuat salah satu terdakwa kasus Kimbun tersentak. Dia adalah mantan Kepala Dinas Perkebunan Pemkab Malang tahun 2004, Freddy Talahatu (56 tahun). Freddy mengaku ketiban awu anget (tahu-tahu tersangkut) kasus Kimbun tersebut.
Tak sulit menemukan tempat tinggal pria keturunan Kampung Rutung Pulau Ambon tersebut. Perumahan yang ditinggali Freddy Talahatu terletak di blok barat terminal Arjosari, tepatnya Perumahan Taman Raden Intan Kavling 407. Saat Malang Post datang, pria yang sempat menghuni 6,5 bulan di LP Lowokwaru itu sedang mengangkat jemuran baju di depan rumah.

Kota Malang »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Tertangkapnya David Cornelius Lumban Tobing alias Baji, laki-laki 28 tahun yang juga putra Ovan Tobing (OT), tokoh sepak bola di Malang, mengejutkan berbagai pihak.
Bagaimana tidak, OT selama ini dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi sikap anti narkoba. Tak heran jika OT mengaku terkejut dan terpukul, dengan tertangkapnya Baji.
Dihubungi via ponselnya semalam, OT tidak bisa menyembunyikan kegalauan hatinya. Dengan suara pelan dan dalam, OT mengaku benar-benar terpukul saat mendengar anaknya tertangkap.
‘’Seperti ayah yang lain, saya terkejut ternyata anak saya telah menjadi korban narkoba,’’ kata MC terkenal ini, yang mengaku sejak Selasa …

Kota Malang »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Marlboro Filter Rock Syndrome, Rock Never Die yang akan berlangsung malam ini di Dome UMM dipastikan akan menggucang publik pecinta musik rock di Kota Malang. Pasalnya selain mengusung grup band Koil sebagai bintang utama untuk menggebrak Kota Malang, gelaran ini juga menghadirkan konsep yang berbeda dengan konser-konser lainnya.
Dikatakan oleh stage manager Rock Syndrome, Simon Pietersz, sebelum Koil tampil, pecinta musik rock Kota Malang akan dihibur dengan sajian guitar heroes dari beberapa gitaris muda Kota Malang yang sudah cukup ternama. “Setelah dibuka dengan tiga band pembuka, Monalisa, Glyph dan Karas, akan …

Kota Malang »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Rencana pelepasan aset tanah sebanyak 600 bidang yang dilakukan Badan Urusan Tanah dan Rumah (BUTR) Pemkot Malang disinyalir dewan banyak kejanggalan. Ini terlihat dari draf pengajuan pelepasan aset yang ditandatangani Wali Kota Malang Peni Suparto pada 18 November 2008 lalu.
Dalam draf itu banyak pemohon mengajukan lebih dari satu aset, mulai mengajukan dua aset hingga empat aset. Bahkan ada beberapa tanah yang tidak mencantumkan harga nilai harga jual objek pajak (NJOP). Jika dicermati, pemohon yang mengajukan lebih dari satu aset itu melebihi batas maksimal, yakni 200 meter persegi.
Misalnya pengajuan atas nama …

Kota Malang »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Musik masih menjadi daya tarik untuk konsumen pembeli ponsel
Fitur musik masih menjadi daya tarik yang tinggi bagi konsumen ponsel. Hal ini disadari betul oleh para vendor produk telekomunikasi. Mereka berlomba-lomba menggerojok pasar dengan ponsel tipe musik. Salah satu vendor yang baru saja merilis ponsel musiknya untuk kalangan mid-end adalah Sony Ericsson, dengan seri W350i.
Konsep desainnya sendiri adalah perpaduan antara model candybar dan flip. Pada kondisi normal akan nampak model candybar, namun pada bagian bawah terdapat flip yang berfungsi untuk menutupi keypad. Bahan casingnya sendiri didominasi oleh plastik. Dan untuk flipnya …

Kota Batu »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Kasus kelebihan dana bantuan parpol Kota Batu yang terjadi 2005 lalu dengan kerugian Rp 155 juta segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Malang. Kejari Batu telah menyiapkan empat jaksa penuntut umum (JPU) untuk kasus dengan tersangka Heriani itu.
Kepala Seksi Pidsus Kejari Batu, Dody Sukmono SH menjelaskan, saat ini berkas kasus kelebihan dana bantuan parpol itu sudah diserahkan ke jaksa penuntutan untuk penyusunan surat dakwaan yang akan dibacakan dalam persidangan.
“Sekarang sedang dalam penyusunan surat dakwaan. Setelah itu secepatnya dilimpahkan ke pengadilan. Ya sekitar minggu depan diserahkan ke pengadilan,” kata Dody saat …

Indonesia, Kota Malang »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Penjualan emas masih belum bergairah (Lailatul Rosida/Malang Post)
Harga emas di pasar besar Malang (PBM) kemarin turun, dari Rp 298 ribu menjadi Rp 292 ribu untuk emas 24 karat. Meski demikian, rupanya tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli emas. Kondisi pasar cenderung sepi dibandingkan hari biasa.
“Sudah satu bulanan ini pasar emas sepi. Bahkan penjualan kami turun sampai lebih dari 50 persen dibandingkan hari sebelumnya,” ungkap Pemilik Toko Emas Idul Fitri PBM, Sam Faris kepada Malang Post.
Sepinya perdagangan emas ini, kata Faris, disebabkan karena tidak menentunya harga emas setelah dolar naik. Fluktuasi …

Kota Malang »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Perang terhadap narkoba terus berlangsung. Selasa dini hari kemarin, polisi menangkap lima pengguna dan penjual narkoba jenis ganja. Salah satunya, David Cornelius Lumban Tobing (28 tahun), adalah putra tokoh sepak bola terkenal di Malang, Ovan Tobing.
Sedang empat tersangka lainnya, Joel (20), Robert (18), Bonivacioa Sembiring (20) alias Ucok dan Euginio (20) . Mereka di bekuk di tiga tempat berbeda.
Dimulai dari tempat kos Joel dan Robert di daerah Tlogomas, kemudian berkembang ke tempat kos Ucok dan Euginio di daerah Terusan Dieng. Terakhir, di tempat kos David Tobing alias Baji di …

Kota Malang »

[4 Des 2008 | No Comment | ]

Eddy PermonoDunia seni sering kali dipandang sebelah mata dan dianggap suram bagi masa depan. Dunia yang dianggap klise ini banyak dinilai tidak bisa digunakan sebagai sandaran hidup. Eddy Permono membuktikan betapa salahnya pandangan tersebut.
Kemauan untuk bekerja dan jeli melihat peluang bisnis tanpa mengabaikan idelisme berkarya merupakan beberapa prinsip yang menyebabkan Eddy tetap dapat hidup laik sebagai seniman. Bersama istrinya, bahkan Eddy telah mempekerjakan enam pengangguran di sekitar kediamannya untuk bergabung membuat karya seni di bengkel kerjanya.