Home » Malang Raya, Pendidikan

Kepala Sekolah Belum Tahu Pencairan BOS Buku

6 Nopember 2008 No Comment

Pencairan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) khusus buku sebesar Rp 12 ribu tampaknya belum disosialisasikan kepada kepala SD maupun SMP di Kota Malang. Karena itu, banyak yang belum menyadari bahwa dana BOS Buku sudah ditransfer ke rekening sekolah. Tepatnya pada 30 Oktober lalu, sejumlah Rp 1, 319.496.000 uang untuk siswa SD dan SMP sudah ditransfer.

“Saya tidak tahu kalau ada pencairan BOS Buku. Tidak ada sosialisasi apapun dari Disdik,” ungkap Kepala SDN Klojen, Syakroni.

Bahkan, ia mengaku belum mengetahui bahwa besaran dana BOS Buku ini berkurang. Dari awalnya Rp 20 ribu menjadi Rp 12 ribu per siswa per tahun saja. Ia berharap, kalau benar sudah ada pencairan BOS Buku, segera disosialisasikan petunjuk penggunaannya. Sehingga saat menyusun Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) tidak terkendala karena ketidakpahaman itu.

Hal senada diungkapkan Kepala SDN Bakalan Krajan 4 Sukun, Djupri S.Pd menuturkan pihaknya tidak tahu kalau BOS Buku sudah cair. Dan masih akan melakukan kros cek kepada bendahara soal pencairan dana tersebut. “Belum ada sosialisasi apapun mengenai BOS ini, kami masih menunggu dari Disdik,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Sarana Prasarana Disdik Kota Malang Suwarjana SE MM menegaskan, belum adanya sosialisasi mengenai BOS Buku ini dikarenakan pihaknya belum menerima juklak maupun juknis dari Provinsi. Sehingga Disdik hanya melakukan kewajiban menstransfer uangnya, sementara untuk penggunaan masih mengacu pada aturan yang lama. “Mengapa jumlah anggaran BOS turun, kami juga belum bisa menjawabnya. Hari ini (Kemarin) sore rencananya akan ada pertemuan membahasnya,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kota Malang, Drs Sugiharto. Menurutnya selama juklak dan juknis baru belum dikeluarkan, maka sekolah bisa berpedoman pada juklak lama. Yang menyatakan bahwa BOS Buku bisa dipergunakan sekolah untuk membeli buku yang disarankan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).

“Tidak semua sekolah bisa memanfaatkan Buku Sekolah elektronik (BSE), karena itu BOS Buku ini diharapkan dipergunakan untuk membeli referensi buku lain di luar BSE. Kalau untuk penggandaan buku dari materi internet menurutnya kurang pas. Sebab penggandaan BSE sebenarnya lebih mahal dibandingkan membeli langsung di toko buku. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Keywords: , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar