Pantai Kondang Merak Dibawa ke Kancah IAAS

Tiga mahasiswa UB Malang saat menggelar audensi dengan Bupati Sujud Pribadi tentang promosi Pantai Kondang Merak di IAAS (foto:NOVAL LUTHFIANTO/MALANG POST)
Dari ajang negara pecahan Uni Sovyet itu membuahkan hasil bantuan internasional bagi pengembangan Pantai Kondang Merak di Kecamatan Bantur. Hal itu disampaikan secara langsung duta IAAS Indonesia dari UB, Hafiz Iqbal Maulana, Dwi Retnowati dan Erry Hardiansyah kepada Bupati Sujud Pribadi di Pringgitan kemarin pagi.
“Dari ajang yang digelar 14 Juli-5 Agustus lalu itu, Kabupaten Malang dan UB juga ditunjuk menjadi tuan rumah penyelengaraan World Congress ke-53 tahun 2010 setelah ajang ke-52 tahun 2009 di Guatemala dan Meksiko,” jelas Erry Hardiansyah, kepada Malang Post usai bertemu Sujud.
Bahkan promo potensi pantai-pantai di selatan Kabupaten Malang, khususnya Pantai Kondang Merak di ajang itu juga menarik minat Polandia dan Swedia memberikan bantuan. “Dua negara ini berharap bisa memberikan bantuan dalam bentuk teknologi, SDM, dan dana bagi pengembangan Pantai Kondang merak menjadi wisata internasional,” imbuh pria yang juga Local Exchanger IAAS Indoeseia itu.
Menurutnya, keindahan panorama Pantai Kondang Merak sangat menarik hati dunia pariwisata Swedia dan Poladia. “Mereka berharap tahun depan bisa melihat dari dekat Pantai Kondang Merak,” imbuh Erry lebih jauh.
Secara terpisah Sujud mengatakan apa yang telah dicapai para mahasiswa UB di ajang IAAS, perlu ditindaklanjuti oleh dinas terkait. “Minimal kita ikut serta mendukung sebaik mungkin field trip-nya ke berbagai wisata pantai di Malang juga daerah lainya. Pengembangan dunai pariwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerinatah saja, tapi juga masyarakat luas serta mahasiswa seperti mereka ini,” jelas Sujud.(nov/eno) (Noval Lutfianto/malangpost)

Keindahan pantai Kondang Merak dengan ombaknya yang tenang dan airnya yang bersih (foto: Mandalika)
- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- NUN Jadi Syarat Masuk PTN, Unas Makin Ketat
- Ujian CPNS Malang Raya Diikuti 27.627 Peserta
- Potensi Wisata Pemandian Sumberringin di Tumpang
- Deadline nominasi Ujian Nasional, Dinas Kalang kabut
- 300 Penambang Tak Berijin
- Diusir Pemilik Lahan Sekolahan, 195 siswa SDN Sumberkerto 1 telantar

















Semoga dpt diimplementasikan dengan baik, tidak hanya sebatas konsep dan pendanaan. Karena kita tahu di Indonesia kebanyakan suatu proyek sgt lemah di tahap implementasi…
Prasyarat objek wisata ini sudah cukup memenuhi seperti pemandangan alam yang masih ‘perawan’ dan kampung nelayan yg dapat memenuhi kebutuhan makan&minum wisatawan.
Sayangnya saking perawannya pantai ini, pembangunan sarana dan prasarana tidak tersentuh oleh pemerintah seperti aksesbilitas, listrik, dan air bersih. Boro-boro mau dibangun sarana penunjang lainnya seperti toilet, mushola, dan pos informasi/kantor pengelola untuk kebutuhan informasi dan registrasi wisatawan.
Apakah ada pengelolanya? sayang bila tidak terdapat pengelola karena mereka adalah ujung tombak ‘penangkap’ arus pendapatan dari wisatawan. Selain itu dengan adanya pengelola, objek ini dapat dirawat luar-dalam dari aspek lingkungan sampai ke aspek pemberdayaan masyarakat lokal. Pengelolaan yang profesional dan terencana dapat mengantisipasi keberlangsungan objek wisata ini apabila semakin banyak wisatawan yang datang ke pantai ini.(mass tourism)
Semoga dapat objek wisata ini dapat dikelola lebih profesional dan tidak merusak lingkungan.
Leave your response!