Perintah Gus Dur Tak Dituruti PKB Kota Malang
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Malang tidak akan mengepung kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sesuai dengan perintah atau Gus Dur. Hal ini dilakukan karena PKB Kota Malang tidak pernah mempunyai masalah dengan KPUD.
Menurut Ketua DPC PKB Kota Malang, Muhaimin, tidak dihiraukannya perintah Gus Dur itu bukan karena mbalelo, tapi karena tidak ada alasan bagi PKB Kota Malang untuk bertengkar dengan KPUD. Muhaimin menambahkan, perlakuan KPUD selama ini terhadap PKB Kota Malang tak berbeda dengan partai lain. Hal itu dibuktikan dengan diterimanya calon PKB, baik saat pemilihan kepala daerah Kota Malang maupun saat pendaftaran calon anggota legislatif. “KPUD tak pernah mempersulit PKB Kota Malang,” kata Muhaimin, kemarin.
KPUD tak mau mempermasalahkan semua calon PKB, kata dia, karena hanya ada satu pengurus PKB yang mendaftar, baik saat mendaftarkan calon Wali Kota Malang pada pemilihan kepala daerah Kota Malang maupun pada pendaftaran calon legislator. “Pengurus PKB di Kota Malang hanya ada satu. Kami telah melakukan islah,” ujarnya.
Begitu juga dengan DPC PKB Kota Batu. Ketua DPC PKB Kota Batu, Wawan Junaidy, mengatakan tak akan memerintahkan kadernya mengepung kantor KPUD karena tak mempunyai masalah dengan KPUD.
Ketua KPUD Kota Malang, Hendry, tak akan meminta bantuan aparat keamanan untuk menjaga kantor KPUD selama belum ada massa PKB yang datang. Dia yakin massa PKB Kota Malang tak akan mengepung kantor KPUD karena KPUD tak pernah mempermasalahkan kepengurusan PKB Kota Malang.
Jumat lalu, Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid menginstruksikan seluruh kader PKB agar mengepung KPU di daerah masing-masing terkait dengan sikap Pengadilan Tata Usaha Negara yang menunda penetapan alamat kantor Dewan Pimpinan Pusat PKB.
(BIBIN BINTARIADI/Tempo)
- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- Ujian CPNS Malang Raya Diikuti 27.627 Peserta
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi

















Leave your response!