Home » Berita, Kota Malang, Malang Raya, Pendidikan

OSPEK UMM dibuka Malik Fajar

5 September 2008 One Comment

Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof Dr HA Malik Fadjar mengingatkan mahasiswa agar bisa menggali potensinya melalui wadah perguruan tinggi. Sebab untuk menjadi menteri ataupun rektor belum ada sekolah khusus yang menanganinya.

“Universitas yang akan mengolah potensi yang dimiliki mahasiswa, baik melalui kegiatan ekstra maupun intra kurikuler. Dan jadilah kalian mahasiswa yang paling depan sebagai Avanteguard,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu di hadapan 4865 mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) digelaran Pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) kemarin.

Pria yang juga mantan Rektor UMM ini menuturkan perguruan tinggi telah banyak melahirkan kepemimpinan, tenaga ahli dan orang hebat lainnya. Perubahan itu perlu, kata dia dan yang bisa melakukan perubahan adalah orang yang memiliki pengetahuan. Mahasiswa memiliki intouchable asset atau modal yang tidak nampak. Dengan fasilitas yang ada di kampus, mereka bisa mengasah modal tersebut untuk menjadi pemimpin masa depan.

“Kampus ideal itu adalah kampus yang menyenangkan, mengasikkan dan mencerdaskan,” tegasnya.
Acara Pesmaba UMM kemarin juga dihadiri Bupati Malang Sujud Pribadi. Usai menyematkan topi dan tanda peserta bagi mahasiswa baru, Sujud enandai pembukaan Pesmaba dengan menekan tombol sirine dan pelepasan seribu balon ke udara. Sesaat kemudian pesawat capung memutar-mutar di udara kampus UMM membawa banner Pesmaba UMM 2008.

Dalam sambutannya Sujud menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru UMM yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan manca negara. Dia berpesan agar mahasiswa memperdalam intelektual quation, emotional quation, serta spiritual quation. Sebab, saat ini tantangan bagi mahasiswa adalah kemandirian yang teguh. “Di tengah persaingan global seperti ini, tak ada pilihan kecuali memantapkan kemandirian individu yang kokoh,” pesannya.

Dalam upacara Pesmaba kemarin nampak pula mahasiswa asing program Australian Consortium for in Country Indonesian Studies (ACICIS) dan BIPA sebanyak 23 mahasiswa. (oci/eno) (rosida/malangpost)

Keywords: ,

One Comment »

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.