Batu Bakal Bangun Sentra Pengolahan Limbah

Pembangunan pengolahan limbah bantuan dari Pemprov Jatim yang dibangun di Kelurahan Temas Kota Batu dengan sistem wetland treathment.
Dalam APBD Kota Batu tahun 2008 sudah dianggarkan sebesar Rp 184 juta untuk melakukan penelitian dan pengkajian pembangunan pengolahan limbah cair terpadu. Menurut Kepala Bapedda Kota Batu, Dri Atmojo, perencanaannya sudah mulai dilakukan, mulai dari penelitian dan pengkajiannya.
“Pengkajian dan penelitiannya harus matang. Karena terkait dengan pengolahan limbah terpadu yang akan mengolah semua limbah cair yang ada di Kota Batu, baik domestik maupun industri,” kata Dri kepada Malang Post, kemarin.
Rencananya, pembangunan pengolahan limbah terpadu itu akan ditempatkan di daerah kawasan rendah untuk mempermudah aliran dan pengolahan limbahnya. Sistemnya pengolahannya akan mengunakan sistem zona. Zonanya akan disesuikan dengan jenis limbah yang akan diolah nantinya.
Menurutnya, limbah perhotelan dan industri pariwisata harus dilengkapi dengan dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL). Nantinya, jika pengolahan limbah terpadu sudah selesai akan dijadikan satu dalam satu pengolahan yang terpadu.
“Akan dibagi dalam beberapa zoning. Limbah deterjen yang selama ini paling sulit untuk diolah. Hasil air yang telah diolah akan dialirikan ke sungai. Air tersebut sudah tidak terjemar dengan limbah,” ungkapnya.
Meski Pemkot Batu baru akan melakukan perencanaan, masyarakat Temas Kota Batu sudah melakukan pengolahan limbah dengan sistem wetland yang bekerjasama dengan ESP-USAID. Bahkan, saat ini pengolahan limbah itu tengah diperbesar untuk dapat menampung limbah cair lebih besar lagi. Awalnya, limbah yang dapat ditampung hanya untuk 30 rumah tangga yang terdiri dari rumah pemotongan ayam, industri tahu dan tampe. Setelah selesai dibangunan nantinya akan mampu menampung sekitar 500 rumah, baik limbah domestik maupun limbah dari industri kecil yang ada di wilayah Temas. Pembangunan pengolahan limbah skala besar itu berasal dari bantuan Pemprov Jatim.
“Saat ini masih dalam pembangunan dan dilaksanakan langsung Pemprov Jatim. Kalau sudah selesai pembangunanya sudah dapat menangani permasalahan limbah yang ada di Temas,” tambah Kadis KLH Kota Batu, Hidayat Murtadho. (aim)
(muhaimin/malangpost)
- Berita Lainnya :
- Dukung FFI, PHRI Diskon Tarif Hotel 50%
- Ujian CPNS Malang Raya Diikuti 27.627 Peserta
- Baru Dilantik, 12 Anggota Dewan Gadaikan SK
- Dispartabud Pastikan FFI di Batu Digelar 6 Desember
- Realisasi PJU 2009 Baru Bisa 10 Desa
- Tingkatkan Kualitas Lingkungan dengan Tanaman Tegakan
- Warga Temas Terbelah Sikapi Sumur Museum Satwa

















Leave your response!