Pola konsumsi pangan Indonesia sudah mulai berubah
Jika dulu beras adalah makanan pokok yang dikonsumsi semua orang, saat ini peranananya mulai beralih kepada terigu. Perubahan perilaku konsumsi ini menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian RI Prof Dr Ir Ahmad Suryana MS dalam jangka panjang akan sangat berbahaya.
“Sektor pertanian kita ini tidak mampu memproduksi gandum sebagai sumber utama terigu. Karena tanah Indonesia tidak cocok ditanami gandum. Ini berbahaya sekali, sebab selamanya kita akan bergantung pada impor. Sementara kebutuhan konsumsi roti terus meningkat,” ungkapnya saat menjadi keynote speaker di ajang Seminar Nasional bertajuk “Pengembangan Agroindustri Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan” dalam rangka Lustrum 11 Fakultas Teknologi Pertanian UB Malang kemarin.
Suryana menegaskan, perlu dilakukan upaya pengembangan tepung-tepungan yang bisa mensubsitusi terigu yang masih impor ini. Bentuk dukungan yang saat ini diberikan pemerintah untuk program ini adalah melalui bantuan pengembangan usaha agribisnis pedesaan di 11 ribu desa, yang besarnya diberikan senilai Rp 100 juta per desa dan nantinya dikelola oleh lembaga keuangan yang ada di tiap desa. Hal ini sebagai bukti upaya untuk mengkonsider pangan lokal sebagai sumber pangan alternatif. “Kalau orang biasa makan nasi, sekarang harus mulai diperkenalkan dengan Rasi alias beras dan singkong,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Ir Nurhidayat MS menuturkan, berbagai upaya sudah dilakukan oleh UB untuk mulai memperkenalkan budidaya tanaman lokal sebagai pengganti beras. Diantaranya, dengan mengadakan pelatihan pembuatan Ganyong menjadi bahan tepung yang kini dilakukan di masyarakat Pujon. Selain itu, Ganyong yang kurang disenangi untuk dikonsumsi juga dikemas instan sehingga rasanya lebih enak dan bernilai jual.
“Tim dari Teknologi Pertanian terus mensosialisasikan berbagai temuan baru yang berangkat dari sumberdaya lokal itu. Sehingga makanan seperti sagu, jagung dan singkong yang tidak pernah berkembang menjadi bernilai jual,” tuturnya.
Selain itu, kalangan akademisi juga terus ditantang untuk bisa membuat tepung dengan bahan dasar selain gandum. Misalnya saja, memanfaatkan singkong dan juga jagung sebagai bahan dasarnya.
Seminar nasional tersebut selain menghadirkanSuryana, juga hadir Plant Manager PT ABC Heinz, IR Ahmad Komara. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)
- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- NUN Jadi Syarat Masuk PTN, Unas Makin Ketat
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi

















Leave your response!