Arsip selama 19 Juli 2008
Kota Malang, Pendidikan »
Para Kasek mulai TK sampai SMP mengikuti sosialisasi akreditasi sekolah oleh UPA dan Disdik Kota Malang di SMAN 1 Malang
Unit Pelaksana Akreditasi Sekolah dan Madrasah (UPA SM) Kota Malang memulai pelaksanaan akreditasi dengan menggelar sosialisasi di sekolah-sekolah. Sosialisasi tersebut digelar di Aula SMAN 1 Malang dan dihadiri seluruh kepala sekolah mulai TK, SD hingga SMP di Kota Malang. Tahun ini, status akreditasi ini memang diwajibkan untuk semua sekolah di Kota Malang.
“Semua sekolah diharapkan siap dengan tuntutan ini, sebab sesuai aturan sekolah yang belum diakreditasi tidak boleh menyelenggarakan ujian sendiri. Termasuk …
Kota Malang, Pendidikan »
Salah satu calon mahasiswa F Kedokteran dari Negara Malaysia sidik jari sebagai syarat izin tinggal di Kota Malang Lebih dari 30 warga Malaysia, siang kemarin menyerbu Mapolresta Malang. Kedatangannya bukan berdemo, tapi untuk sidik jari sebagai persyaratan administrasi pengurusan izin tinggal sementara dan sekolah di Kota Malang.
Kesemuanya memang akan tinggal Malang selama lima tahun, untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya »
Dugaan ’penyerobotan’ tanah dalam kerja bakti Pemkab Malang yang dipimpin oleh Bupati Malang, Sujud Pribadi mulai memunculkan masalah baru. Sejumlah warga Desa Jambearjo Kecamatan Tajinan mengaku diteror pihak kecamatan. Menurut Lukman Hakim, 30 tahun, dia didatangi Camat Tajinan Putut Megantara dan meminta agar tidak meminta ganti rugi.
Kedatangan Camat ke rumahnya, bermaksud menghimbau agar warga yang tanahnya terkena pelebaran jalan untuk menggratiskan saja. Malah, Camat juga datang disertai ancaman yang bersifat tersembunyi.
Berita, Indonesia »
Sempurna sudah perjalanan hidup Sumiarsih dan Sugeng di dunia ini. Setelah menjalani hukuman penjara 20 tahun lebih, ibu dan anak, terpidana mati kasus pembantaian keluarga Letkol Mar. Purwanto ini, harus menjalani eksekusi di depan regu tembak Brimob Polda Jatim.
Eksekusi dilakukan Sabtu dinihari, di sebuah tempat yang dirahasiakan. Jadwal dan pelaksanaan eksekusi ini sendiri mengacu pada ketentuan bahwa 3 x 24 jam setelah dipindahkan ke Rutan Medaeng, eksekusi harus dilakukan.






