Home » Berita, Kota Batu, Malang Raya, Pendidikan

Peserta MOS Diwajibkan Bawa Permen KISS, Sekolah Bantah Ditunggangi Sponsor

15 Juli 2008 No Comment

Kepala Sekolah SMPN 2 Batu, Syamsul Hidayat membantah pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS) di sekolahnya disusupi pesan sponsor dari produk permen. Pelaksanaan MOS di sekolah yang dipimpinanya sesuai aturan dan prosedur. Penugasan yang diberikan kepada peserta MOS oleh panitia diserahkan pada masing-masing siswa.

“Kalau mau beli di kantin sekolah juga ada, beli di luar juga boleh. Tidak ada pesan sponsor dalam pelaksanaan MOS di sekolah kami,” kata Syamsul kepada Malang Post, kemarin.

Dijelaskan, pelaksanaan MOS murni menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah kepada sekolah. Tidak ada kerja sama dengan sponsor dengan imbalan
menugaskan peserta untuk membeli produk makanan dan minuman.

Penugasan yang diberikan kepada peserta MOS untuk memberikan pembelajaran displin dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Hal ini untuk melatih mental peserta sebelum mengikuti proses pembelajaran.

“Pada prinsipinya kami tidak ingin memberatkan siswa dan orang tuanya dengan hal-hal aneh yang sulit dicari. Semua ini untuk melatih mental siswa,” ungkapnya.

Dari pantauan Malang Post di lapangan, peserta MOS di SMPN 2 Batu diwajibkan membawa permen KISS warna bungkus merah sebanyak lima buah. Permen itu diikatkan menjadi kalung tangan dengan tali rapia. Meski diwajibkan membawa permen warna merah, ada peserta yang membawa permen warna biru.

Tidak jelas mengapa panitia mewajibkan peserta MOS membawa permen merek KISS. Yang jelas, untuk upaya itu pihak KISS membuatkan spanduk

besar yang terpasang di halaman sekolah. Di spanduk itu KISS mengucapkan selamat melaksanakan MOS sedangkan di sampingnya ada spanduk jadwal pendaftaran siswa baru.
“Pelaksanaan MOS untuk mengenalkan lebih jauh lingkungan sekolah. Karena mereka baru beradaptasi dari SD ke SMP. Di tempat kami tidak ada pesan sponsor, mungkin di tempat lain ada,” kilahnya. (aim) (muhaimin/malangpost)

Keywords: ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar