Home » Archive

Arsip selama 15 Juli 2008

Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya, Pendidikan »

[15 Jul 2008 | 4 Comments | ]
Wabup Puji MOS SMAN I Kepanjen

Wakil Bupati Malang Rendra Kresna melakukan Inspeksi mendadak pelaksanaan MOS (Masa Orientasi Siswa) di SMA Negeri I Kepanjen, kemarin. Sidak tersebut sebagai tindak lanjut peringatan keras pelaksanaan MOS SMP dan SMA Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Dalam sidak tersebut, SMA Negeri I Kepanjen mematuhi warning Wabup dengan tidak mempraktikkan MOS model perploncoan.
Dalam sidak pagi kemarin, Wabup nampak puas karena materi yang diberikan panitia dalam MOS di SMU Negeri I Kepanjen sesuai dengan harapannya. Pihak sekolah memberikan materi yang amat dibutuhkan siswa yang bakal masuk ke lingkungan baru. MOS hari …

Berita, Kota Batu, Malang Raya, Pendidikan »

[15 Jul 2008 | No Comment | ]
Peserta MOS Diwajibkan Bawa Permen KISS, Sekolah Bantah Ditunggangi Sponsor

Kepala Sekolah SMPN 2 Batu, Syamsul Hidayat membantah pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS) di sekolahnya disusupi pesan sponsor dari produk permen. Pelaksanaan MOS di sekolah yang dipimpinanya sesuai aturan dan prosedur. Penugasan yang diberikan kepada peserta MOS oleh panitia diserahkan pada masing-masing siswa.

Kota Batu, Malang Raya, Pendidikan »

[15 Jul 2008 | No Comment | ]
3 SMK Negeri di Batu Kekurangan Murid

Minat lulusan SMP melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih rendah. Buktinya, hingga akhir penutupan pendaftaran siswa baru, pagu di tiga SMKN di Kota Batu belum terpenuhi. Hal itu menyebabkan tiga sekolah itu memperpanjang pendaftaran siswa baru sampai 16 Juli. Ini berbeda dengan kota lain yang lulusan SMP-nya banyak masuk ke SMK.

Kota Malang, Malang Raya, Pendidikan »

[15 Jul 2008 | No Comment | ]
Perpeloncoan dalam MOS Sudah Jadi Tradisi

Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dimulai kemarin, tidak luput dari pengawasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang. Senin kemarin, beberapa sekolah yang dianggap melanggar sudah mendapatkan teguran keras. Diantaranya SMAN 1 Malang yang mendapatkan teguran, karena jadwal MOS-nya yang terlalu memberatkan siswa baru. Siswa diharuskan datang pukul 05.15 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB.
“Jadwal awal katanya MOS sampai sore, tapi tadi jam 13.00 sudah dipulangkan. Katanya sekolah mendapatkan teguran dari Disdik,” kata salah satu siswa baru SMAN 1 Malang yang enggan dikorankan namanya.

Kota Malang, Pendidikan »

[15 Jul 2008 | No Comment | ]
Empat SMP Negeri Masih Kekurangan Siswa

Senin 14 Juli kemarin, adalah hari pertama sekolah. Namun, masih ada saja beberapa orang yang bingung mencari sekolah. Di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang kemarin, ada beberapa orangtua yang menghadap langsung ke Kepala Disdik Kota Malang Dr HM Shofwan untuk bisa menikmati bangku sekolah negeri. Seperti yang dilakukan Ny Sri, warga WR Supratman Kota Malang. Ia dan suaminya menghadap ke Kepala Disdik untuk mendapatkan kesempatan sekolah di sekolah negeri.

Berita, Kota Batu, Malang Raya, Pendidikan »

[15 Jul 2008 | No Comment | ]
Diduga ditunggangi Sponsor, Gaya MOS Sudah Ketinggalan Zaman

Pelaksanaan MOS di SMPN2 Batu masih terapkan cara kunoSekolah-sekolah di Kota Batu masih menggunakan cara kuno dalam pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS) SMP dan SMA yang digelar hari ini. MOS masih diwarnai tugas-tugas yang jauh dari unsur pendidikan, misalnya harus mengenakan aksesori yang aneh-aneh dan membawa produk dengan merek tertentu.
Di SMPN 2 Batu, peserta MOS harus mengenakan pakaian merah putih dengan membawa tas dari karung, membawa roti rasa tertentu dan air mineral yang dikalungkan di leher. Di dada dan punggung diberi papan nama dengan warna sesuai kelompoknya …

Berita, Indonesia, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Malang, Pendidikan »

[15 Jul 2008 | 4 Comments | ]
Intel Kejaksaan akan Pantau PSB dan Sumbangan Pendidikan

Sekolah negeri di wilayah Malang Raya, tidak lagi bisa seenaknya menarik dana dari orang tua murid. Pasalnya, penarikan sumbangan yang tidak jelas, bisa dikategorikan sebagai korupsi dan dianggap sebagai pungutan liar.
Jaksa Agung Hendarman Supandji sudah memerintahkan kepada Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia untuk memantau praktik penerimaan siswa baru (PSB) terutama penarikan dana dari orang tua murid.
Tak heran jika di permulaan tahun ajaran baru ini, intel kejaksaan langsung diturunkan ke sekolah-sekolah. Terutama jika ada sekolah yang mulai melakukan tarikan, apapun bentuk dan namanya.