Home » Kota Malang, Pendidikan

PSB Online Ditutup, Seleksi Masuk Kelas Akselerasi Dibuka

9 Juli 2008 No Comment

Usai Pendaftaran Siswa Baru (PSB) Online yang akan berakhir hari ini, beberapa sekolah masih menyiapkan seleksi untuk siswa baru. Yaitu seleksi untuk masuk di kelas akselerasi yang akan dipilih dari siswa yang sudah diterima melalui jalur mandiri maupun online.

Kelas akselerasi adalah kelas percepatan, pendidikan di tingkatan menengah yaitu SMP dan SMA bisa ditempuh dalam waktu dua tahun saja. Untuk tingkatan SMP diselenggarakan di SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 5 Malang. Untuk tingkatan SMA diselenggarakan di SMAN 1, SMAN 3 dan SMAN 5 Malang. Kelas akselerasi ini dibuka untuk menampung siswa yang Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI).

Menurut Kepala SMAN 1 Malang, Drs. HM Sulthon M.Pd, seleksi akselerasi ini akan dibuka setelah pendaftaran online ditutup. “Siswa yang sudah diterima melalui jalur online bisa mendaftar untuk kelas akselerasi. Dan masih ada beberapa tes untuk menyeleksi bakat dan minat siswa di kelas akselerasi ini,” kata Sulthon saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dari total 282 siswa baru di SMAN 1 Malang yang diterima melalui jalur online maupun tes, selanjutnya akan diseleksi kembali untuk kelas akselerasi. Untuk seleksi, ada dua macam tes yang harus diikuti siswa. Yaitu tes psikologi dengan syarat lulus minimal IQ 130. Selanjutnya masih ada tes potensi akademik untuk melihat minat dan bakat siswa. Target untuk kelas akselerasi ini sebanyak 20 siswa, namun jika dari hasil tes tidak sampai terpenuhi kelas akan tetap dibuka. Apalagi selama ini masih sedikit siswa yang berminat untuk masuk kelas akselerasi tersebut. “Selama ini maksimal kelas akselerasi hanya berisi 16 siswa. Dan tidak ada masalah kelas tetap bisa dibuka,” ungkapnya.

Ia menegaskan tuntutan untuk siswa di kelas akselerasi memang cukup berat. Dengan waktu yang hanya dua tahun, siswa dituntut untuk bisa menyelesaikan materi yang biasanya diajarkan selama tiga tahun untuk kelas reguler. Sehingga selain siswa harus CIBI, guru pun harus mengimbanginya dengan pelayanan yang cepat. Apalagi di kelas ini rata-rata siswanya memiliki disiplin tinggi, membutuhkan perhatian, pengayoman dan juga pembimbingan.

“Bahkan kami sengaja menjadikan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk menjadi wali kelas akselerasi. Harapannya agar siswa terayomi, sebab beban pelajaran mereka sangat berat,” tegasnya.

SMAN 1 berhasil membuktikan buah kerja keras para guru. Yaitu dengan banyaknya siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) diantaranya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), ITS, Unair, dan juga ITB. (oci/udi) (Rosida/malangpost)

Keywords: , , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar