Home » Kota Malang, Pendidikan

PSB Hari Kedua Sepi Pendaftar

9 Juli 2008 No Comment

Perang nilai ujian nasional (NUN) yang diadu di jalur Online membuat sejumlah orang tua pusing. Hari kedua PSB Online kemarin cukup membuat kaget para pendaftar yang mendaftar di hari pertama. Sebab tidak ada satu sekolah pun yang nyantol. Seperti dialami Ny Santi, warga Arjosari. Karena salah pilih sekolah, akhirnya sang anak terpaksa terpental dari jalur Online.

“Saya tidak tahu kalau harus memilih semua sekolah, padahal saya lihat nilai anak saya ini masih bisa masuk di SMPN. Tapi sekarang sudah tidak ada harapan lagi,” ungkapnya lemas sat mengetahui siswanya tidak nyantol di tiga sekolah yang dipilihnya.

Pendaftaran Siswa baru (PSB) Online yang digelar di Kota Malang sejak dua hari lalu cukup membuat orang tua pusing. Bahkan saking cemasnya dengan ketatnya persaingan nilai, ada beberapa orang tua yang hingga kemarin belum mengembalikan formulir pendaftaran.

Seperti diungkapkan Ketua PSB SMAN 1 Malang Drs H Junaidi. Dari 430 formulir yang keluar, hingga kemarin pengembaliannya belum mencapai 400 formulir. “Saya melihat banyak orang tua yang datang ke sekolah untuk melihat hasil sementara passing grade yang masuk. Mereka mengaku mau mengembalikan di hari terakhir pendaftaran,” ungkapnya.

Sikap hati-hati orang tua ini menurutnya memang benar agar tidak salah memilih sekolah. Namun ia berharap jangan sampai niatan menunda pendaftaran ini menjadi buah simalakama bagi anaknya. Karena memasukkan di jam-jam terakhir pendaftaran bisa jadi data malah tidak masuk karena berbagai faktor. Misalnya ada gangguan pada sistem online atau sistem yang lambat sehingga belum sampai NUN pendaftar masuk di entry waktu pendataan sudah berakhir.

“Saya melihat hari kedua sepi pendaftar, hari ke tiga besok dikhawatirkan banyak yang menyerbu. Kalau mendaftarnya pagi tidak masalah, tapi kalau diatas jam 12 saya khawatir malah tidak terdata,” ungkapnya.

Sementara itu hingga hari kedua kemarin pergeseran nilai batas bawah semakin tajam. Banyak siswa pemegang nilai rawan yang terlempar dari kursi sekolah negeri. Untuk SMP favorit nilai yang bersaing adalah kisaran 9 keatas. Begitupun dengan di SMAN favorit. Nilai delapan sudah mulai tergusur dari pagu sekolah favorit. Hanya ada beberapa yang masih bertengger. Dan diprediksikan hari ini nilai tersebut akan terlempar dari sekolah favorit.

Koordinator Pendamping PSB online Kota Malang Nanang Yudi menuturkan kepanikan orang tua dihari terakhir pendaftaran mungkin saja terjadi. Karena itu dia mengingatkan agar tidak mencoba melakukan pencabutan berkas. meskipun pendaftar diijinkan untuk mengundurkan diri dari PSB Online. Hanya konsekuensinya mereka tidak dapat mendaftar kembali melalui sistem PSB Online di Kota Malang pada tahun ini.

“Oleh karena itu, diharapkan calon siswa maupun orang tua dapat lebih berhati-hati jika ingin menetapkan diri mencabut berkas pendaftaran atau mengundurkan diri dari proses PSB Online. Karena ini berarti calon siswa tidak dapat mendaftar di semua sekolah peserta PSB Online Kota Malang sesuai jenjang sekolah yang akan diikuti,” ungkapnya. (oci) (Rosida/malangpost)

Keywords: , , , ,

Tidak ada Komentar »

  1. PSB online…wah bisa jadi solusi untuk menghindari anggota dewan yang nakal…yang suka maksa nitip anak sendiri atau orang lain…..untuk masuk di sekolah fav…

    Komentar oleh yherlanti — 10 Juli 2008 @ 00:49

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar