Home » Indonesia, Kota Malang, Pendidikan

SBI, Ketika Pendidikan Tak Ramah Biaya

3 Juli 2008 No Comment

Image mahal, melekat pada sekolah-sekolah yang berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Meski demikian, sekolah-sekolah itu tetap diburu. Di SMA RSBI misalnya, jalur tes yang dibuka untuk menyeleksi siswa, kini sedang diburu.

Pantauan Malang Post di SMAN 3 Malang kemarin, mayoritas pendaftar di sana pun berasal dari kalangan menengah ke atas. Dari sisi ekonomi mereka merasa siap untuk menyekolahkan siswanya di SMAN 3 yang favorit di Malang.

‘’Di SMAN 3 Malang saya lihat bagus dan pilihan anak saya di sekolah ini. Kalau memang nanti biayanya mahal, itu sudah menjadi komitmen orang tua untuk mendukung anak-anak di sini,’’ ungkap salah satu pendaftar yang enggan dikorankan namanya.

Orang tua siswa ini berprofesi sebagai seorang dokter. Ia mengaku beberapa teman seprofesinya memang banyak yang memilih mendaftar di SMAN 3 Malang. Selain dari kalangan dokter, ada juga beberapa direktur bank yang mendaftar di sana.

Hal senada diungkapkan Endang, salah satu calon wali siswa di SMAN 5 Malang yang juga SBI. Meski ia hanya seorang PNS guru di Wajak, tapi ia siap dengan komitmen untuk membayar lebih di sekolah SBI.
Apalagi di SMAN 5 Malang yang baru saja mendapatkan predikat Sekolah Adiwiyata dan ISO 9001:2000. Menurutnya akan banyak program yang harus ditanggung oleh orang tua siswa.

Menurut sumber Malang Post di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, sekolah SBI memang mahal. Sebab standar sekolah SBI harus memenuhi beberapa fasilitas seperti laboratorium bahasa Inggris, Laboratorium IPA meliputi Biologi, Fisika, dan Kimia, laboratorium komputer dengan standar pentium 4, jaringan internet yang terpasang lengkap ke sistem lab komputer, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, TU dan multimedia. Masih ada pula persyaratan penyediaan peralatan media pembelajaran di kelas seperti TV, VCD, Tape, OHP, laptop dan lainnya.

‘’Idealnya memang sekolah melengkapi fasilitas dulu baru siap menjadi SBI. Kalau sekarang ini kan sekolah ditunjuk karena pertimbangan bahwa orang tua siswa di sana pasti mampu. Tidak mungkin Disdik menunjuk sekolah pinggiran yang dari sisi kemampuan orang tuanya rendah,’’ ungkapnya.
Meskipun diakuinya untuk RSBI, pemerintah sudah memiliki anggaran dana blockgrant untuk stimulan. Yang besarannya berkisar antara Rp 450-500 juta.

Namun jumlah itu diberikan secara bertahap dan hanya diperuntukkan bagi pengembangan fasilitas. Belum untuk kebutuhan kesetaraan kurikulum standar internasional sehingga lulusannya diakui secara internasionak, biaya untuk meng up grade kemampuan guru berbahasa Inggris dan kompetensi untuk mengajar mata pelajaran yang diajarkan dalam bahasa Inggris.

Karena itulah untuk penyelenggaraan pendidikan bertaraf internasional memerlukan biaya besar, khususnya untuk pengembangan fasilitas pembelajaran, SDM serta operasional.

‘’Butuh sinergi antara sekolah, komite, dinas pendidikan, dan dirjen untuk pengembangan sekolah SBI ini,’’ tambahnya.

Sementara untuk pengembangan program seperti meningkatkan kualitas dan kompetensi guru harus dilakukan sekolah dengan cara menggali potensi di masyarakat.

Menurut Kepala SMAN 5 Malang Dwi Retno UN, biaya untuk peningkatan kualitas guru dan siswa memang tidak kecil. Misalnya saja biaya untuk mengkursuskan guru hingga level tiga, in house training, penyediaan buku dalam bahasa Inggris, dan lainnya.

Selain itu sekolah SBI memiliki 200 instrumen yang harus selalu dalam kondisi baik dan akan terus dinilai. Sayangnya ia enggan menyebutkan angka berapa pengeluaran sekolah untuk peningkatan mutu yang terstandar internasional ini.

Sementara Ketua Program RSBI SMAN 3 Malang Abdul Tedy Rahman menuturkan, mahalnya pendidikan di sekolah RSBI ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa.

Misalnya di SMAN 3 Malang, ada fasilitas laboratorium komputer dan internet yang bisa diakses gratis untuk siswa hingga pukul 17.00 WIB. Dan masih banyak lagi operasional sekolah yang harus ditanggung.
Karena penyelenggaraan program yang berbeda dengan sekolah reguler inilah SMAN 3 Malang melakukan sosialisasi kepada calon wali siswa sebelum diterima di sekolah SBI. (oci/avi) (rosida/malangpost)

Keywords: , , , ,

Tidak ada Komentar »

  1. [...] komputer dan internet yang bisa diakses gratis untuk siswa hingga pukul 17.00 WIB.
    GRATIS? T’rus image mahalnya dimana? Gratis kok Mahal.

    Komentar oleh namakuananda — 3 Juli 2008 @ 17:49

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar