Sepekan Tak Pulang, Ditinggal di Tirtoyudo
Setelah sepekan dikabarkan hilang, Izzatun Nikmah, 15 tahun, siswi kelas X MAN 1 Malang, Jumat (9/5) malam pulang ke rumahnya di Jalan Tlogomas 8 Malang. Iis, panggilan akrabnya pulang setelah tahu dia dilaporkan hilang dari pemberitaan di Malang Post.
“Alhamdulillah. Anak saya sudah kembali pulang dalam keadaan selamat dan sehat. Kembalinya Iis, setelah dia membaca koran kalau dirinya dikabarkan hilang,” ungkap Suheri, ayah angkat korban. Menurut pria berusia 58 tahun, selama sepekan menghilang, Iis ternyata berada di rumah Pendik, 17 tahun, temannya yang tinggal di Desa Tlogosari, Tirtoyudo. Lantas, bagaimana ceritanya sampai berada di Tirtoyudo? Suheri menjelaskan bila Sabtu (3/5) lalu, Iis diajak Galuh, teman sesama bermain untuk pergi ke Tirtoyudo.
Namun, setibanya di rumah Pendik, tidak lama kemudian, Galuh meninggalkan Iis. “Awalnya saat itu kepada Iis, Galuh pamitan hanya pergi sebentar, namun ketika ditunggu ternyata tidak kembali. Dan karena anak saya tidak punya uang, akhirnya oleh orang tua Pendik, diminta untuk menginap,” jelas Suheri.
Apakah ada masalah lain? Sama sekali tidak. Menurut Suheri, anaknya tersebut tidak pulang lantaran tidak punya uang untuk naik mikrolet. Hendak menelepon pun tidak bisa karena jarak antara wartel (warung telepon) dengan rumah Pendik sangat jauh.
“Keluarga Pendik itu orangnya hidup pas-pasan. Mereka juga tidak memiliki biaya untuk ongkos anak saya pulang,” ujarnya. Kebetulan, beberapa hari kemudian, Pendik membaca berita di Malang Post tentang hilangnya Iis yang dilaporkan ke polisi. Dia pun menunjukkan berita tersebut ke Iis.
Takut dituduh macam-macam, dengan uang saku pas-pasan, Pendik pun memilih mengantarkan Iis pulang. Seperti diberitakan, Iis dilaporkan hilang saat akan mengajar ngaji. Setelah dicari ke rumah teman-teman sekolahnya dan beberapa saudara, Iis tetap tidak ditemukan. Oleh keluarganya, hilangnya Iis ini dilaporkan ke Polresta Malang. (agp/mar)
(agung priyo, MalangPost)
Keywords:- Berita Lainnya :
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Developmentalisme itu Bohong Besar
- Harga Tiket Penerbangan Ke Padang Bingungkan Pengusaha Travel
- Hari Minggu Diprediksi Puncak Arus Balik
- Tiket Lebaran Pesawat Surabaya-Balikpapan Habis
- Potongan Tiket KA untuk Pelajar dan Mahasiswa Dihapus seputar Lebaran
- RUU Pemerintah Desa Harus Segerah Disahkan

















Leave your response!