Jelang Kemarau Sampah Berserakan di Jalan Ijen
Belum sepekan diingatkan agar taman Jalan Ijen, utamanya taman di depan rumah warga, tak meranggas di musim kemarau, Minggu (4/5) kemarin, taman di depan rumah kawasan elit itu sudah tampak kumuh. Sampah berupa daun palm raksasa yang mengering berserakan di beberapa titik.
Berdasarkan pantauan Malang Post, terdapat enam titik tumpukan daun palm kering yang berserakan di trotoar sepanjang Jalan Ijen. Tragisnya lagi, pelepah daun palm kering yang bergelantung di kabel listrik di jalan utama itu dibiarkan begitu saja. Akibatnya pemandangan di kawasan indah kumuh.
Sejumlah daun palm kering yang berserakan di trotoar dan sebagian taman mengundang keluhan pejalan kaki. “Wah, kawasan elit tapi sampah berserakan. Bagaimana ini?” protes salah seorang pejalan kaki, Purnadi dengan nada kesal.
Pria 40 tahun ini sepertinya tidak habis pikir, kawasan yang selalu bersih itu menjadi kotor. “Ini tanggungjawab siapa ya? Mestinya dibersihkan. Kan Jalan Ijen kebanggaan Kota Malang, tapi kok daun kering berserakan seperti ini,” kata warga Bareng ini sambil menggeleng-geleng kepalanya itu.
Sementara itu sejumlah pengendara terkaget-kaget melihat daun palm yang mengering menggelantung di kabel listrik. Mereka khawatir, bila dihempas angin daun kering itu terjatuh dan menimpa pengendara. Kalau ini terjadi, tidak mustahil akan memakan korban.
“Itu pelepah kering, bagaimana kalau ditiup angin, jatuh dan kemudian menimpa pengendara? Yang pasti kalau menimpa yang naik motor pasti ikut ambruk,” katanya kepada Malang Post.
Sampai menjelang sore kemarin, daun-daun Palm berukuran besar masih berserakan. Tidak ada satu pun yang membersihkan. Banyaknya daun Palm kering yang berserakan menyebabkan pandangan di Jalan Ijen bertolak belakang dengan kemegahan rumah di sekitarnya.
Kadis Pertamanan Drs Mardjono menjelaskan, biasanya yang membersihkan taman di sekitarnya petugas Dinas Pertamanan. Namun demikian, karena terbatasnya petugas, dibutuhkan partisipasi masyarakat sekitarnya. “Petugas segera membersihkan,” tegas Mardjono.
Agar kondisi di Jalan Ijen tetap menawan, Mardjono memastikan segera berkoordinasi dengan warga Jalan Ijen. “Nanti kami akan melibatkan warga. Ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat,” jelasnya.(van/lim) (vandri, MalangPost)
Keywords:- Berita Lainnya :
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Developmentalisme itu Bohong Besar
- Harga Tiket Penerbangan Ke Padang Bingungkan Pengusaha Travel
- Hari Minggu Diprediksi Puncak Arus Balik
- Tiket Lebaran Pesawat Surabaya-Balikpapan Habis
- Potongan Tiket KA untuk Pelajar dan Mahasiswa Dihapus seputar Lebaran
- RUU Pemerintah Desa Harus Segerah Disahkan

















Leave your response!