Itu Bukan Pungutan, tapi Hanya Iuran
Menanggapi pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang Suwandi mengatakan bahwa temuan yang dianggap pungutan di SMUN Sumberpucung, bukan pungutan. Tetapi hanya iuran bulanan.
“Ini masih dilakukan pengecekan. Tapi perasaan saya, tidak ada yang namanya pungutan,†kata Suwandi kepada Malang Post ditemui diruangannya kemarin.
Dari keterangan stafnya itu, diketahui kalau dulu SMUN 1 Sumberpucung, memang ada pungutan. Itupun, sifatnya iuran bulanan. Hanya saja berapa besarnya, sudah lupa mengenai angka pastinya.
“Sekitar tahun 2007, memang ada. Tapi itu iuran bulanan. Kebetulan, ada siswa yang tidak membayar dan sehingga ketika akan mengambil ijazah, diminta untuk melunasi,†kata staf TU yang dipanggil Suwandi ke ruangannya itu.
Ditanya mengenai kebenaran pungutan itu, Suwandi pun mengatakan, dia akan melakukan pengecekan. Bila perlu, akan memanggil Kepala Sekolahnya, untuk menjelaskan mengenai temuan adanya pungutan tersebut.
Sebagaimana diberitakan Malang Post, dalam program rencana pembangunan 2007-2008 SMUN I Sumberpucung, ditemukan angka Rp 74,5 Juta, untuk pembangunan pagar dan lapangan basket. Diketahui, kalau angka itu muncul dari pungutan ke siswa untuk biaya program pembangunan.
Temuan itu berasal dari anggota Dewan Pendidikan Kab Malang, Eko Budi Prasetyo, mengenai adanya pungutan biaya program pembangunan sekolah itu beberapa waktu lalu.(sit/eno)
(Sgit Rohmad E, MalangPost 15 April 2008)
- Berita Lainnya :
- Duta Bhawikarsu SMAN 3 Harus Jadi Teladan yang Baik
- Kemungkinan Rotasi Sangat Besar di Lini Tengah-Belakang
- Yohana Turut Meriahkan Pameran Wedding di MOG
- Lebih Ramai dan Lengkap dari Dealer
- Butet Tampil Bersama Finalis Stand Up Comedy
- Berawal dari Otodidak, Puluhan Lukisan Diburu Pembeli
- Larissa Pilih Lokasi Strategis
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar